Perbedaan Antara Perusahaan Freight Forwarding dan Perusahaan Angkutan Barang

Salam Pak, Apa perbedaan antara Perusahaan Freight Forwarding dan Perusahaan Angkutan Barang?

Liana – Jakarta

Berdasarkan hasil konsultasi saya secara langsung dengan Pihak Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta didapati kesimpulan bahwa Perusahaan yang bergerak di bidang usaha Angkutan Barang dan Perusahaan yang bergerak di Usaha Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarding) itu adalah berbeda. Perlu diketahui untuk Perusahaan yang bergerak khusus mengangkut barang dengan menggunakan alat transportasi darat hanya memerlukan Izin Usaha Angkutan dalam menjalankan usahanya. Disamping itu Perusahaan tersebut dilarang melakukan kegiatan-kegiatan usaha lainya layaknya suatu Perusahaan Pengurusan Jasa Transportasi (Freight Forwarding) seperti misalnya Pengangkutan melalui laut, udara ataupun melakukan penyimpanan terhadap barang-barang tersebut. Lanjutnya, bahwa Perusahaan Pengangkutan Barang tidak memerlukan IUJPT (Izin Usaha Jasa Pengurusan Transportasi) karena pada dasarnya kegiatan usahanya tidak relevan dengan kegiatan usaha yang diperbolehkan dalam IUJPT.

Lebih lanjut, pada dasarnya untuk Perusahaan yang bergerak khusus hanya di usaha Pengangkutan Barang itu berbeda dengan Perusahaan Freight Fowarding. Menurut beliau, selain Izin Usaha Angkutan, Perizinan yang hanya perlu diperoleh oleh suatu perusahaan yang bergerak di usaha Jasa Angkutan Barang tersebut adalah Izin Bongkar Muat dengan ketentuan jika Tempat Bongkar muatnya masih di wilayah Jakarta maka tidak diperlukan Izin Bongkar Muat tersebut. Adapun Izin Bongkar Muat bersangkutan diterbitkan oleh Dinas Perhubungan dimana tempat bongkar muat barang tersebut dilakukan. Sedangkan untuk Perusahaan Freight Forwarding kegiatan usahanya lebih kompleks yang secara otomatis menyebabkan perizinannya lebih banyak jika dibandingkan dengan Perusahaan Pengangkutan Barang. Lanjut beliau Perizinan yang harus dimiliki oleh Perusahaan Freight Forwarding meliputi IUJPT, Izin Usaha Angkutan, serta perizinan terkait lainnya seperti Surat Izin Usaha EMKL, Surat Izin Usaha EMPU, TDG dan lain sebagainya.

Sehingga kesimpulannya adalah bahwa pada dasarnya perbedaan antara Perusahaan Freight Forwarding dan Perusahaan Pengangkutan Barang terletak dari Kegiatan Usahanya dan Perizinan yang diwajibkan terhadapnya. Intinya Perusahaan Pengangkutan Barang dalam menjalankan usahanya hanya memerlukan Izin Usaha Angkutan (beserta Izin Bongkar Muat jika tempat bongkar muatnya diluar Jakarta) serta kegiatan usaha yang diperbolehkan terhadapnya hanya sebatas Pengangkutan Barang melalui darat dengan kendaraan bermotor. Sedangkan untuk Perusahaan Freight Forwarding kegiatan usaha yang diperbolehkan meliputi Pengangkutan/Pengiriman Barang melalui darat,laut, udara, penyimpanan, pergudangan,pengepakan , pendistribusian serta kepabeanan, di samping itu Perizinan yang wajib diperolehnya meliputi Surat Izin Usaha EMKL, Surat Izin Usaha EMPU, TDG dan lain sebagainya.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat!

About the Author

Seorang Lawyer dan Auditor yang menguasai ilmu khusus seperti Tindak Pidana Korupsi, Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Daerah, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Hibah Daerah /Bantuan Sosial

Author Archive Page

Comments

Leave a Reply