Warga Turki Perekrut Anggota ISIS di Indonesia Incar Penduduk Wilayah Konflik

Negara Islam Irak dan Suriah mulai merekrut anggotanya di Indonesia dengan menggunakan warga negara Turki. Adapun Keempat warga negara Turki anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang ditangkap tersebut terdiri dari A Basyit, A Bozoghlan, A Bayram dan A Zubaidan ditangkap di wilayah Kabupaten Parigi Moutong ketika sedang melakukan perjalanan ke wilayah konflik Poso, Sulawesi Tengah. Mereka dibantu oleh 3 orang warga negara Indonesia : Saiful, Yudi dan Irfan untuk menarik anggota-anggotanya. Hal yang menarik dari adanya fakta yang muncul dari penangkapan mereka ini adalah stratategi mereka merekrut anggotanya di wilayah yang pernah dilanda konflik Agama seperti Poso.

Anggota Isis

Menurut kepolisian Indonesian, keempat warga Turki tersebut berusaha untuk menemui Kelompok Teroris Santoso yang selama ini menjadi buronan Densus 88 dan Pihak Kepolisian.  Adapun yang menjadi pertanyaannya apa alasannya ISIS lebih memilih daerah-daerah pelosok timur yang jauh seperti Poso? banyak alasan yang mendasari keputusan ISIS ini berikut faktor-faktornya:

1. Penduduk Wilayah Konflik Lebih Mudah Di Ajak Bergabung

Poso terkenal dengan konflik Agamanya yang berkepanjangan, meskipun sudah mereda namun biang kerok dari adanya kelompok teroris yaitu Anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT ) Santoso masih berkeliaran dan berkuasa di kota tersebut. Bahkan berdasarkan keterangan dari masyarakat setempat, kelompok teroris ini kerap mengancam penduduk untuk mendapatkan makanan dan uang untuk melanjutkan kehidupan mereka. Nah, bisa kita lihat persamaaan sifat mereka dengan Anggota ISIS di Irak yang kerap menjarah harta penduduk? itulah mengapa ISIS tertarik bekerja sama dengan Anggota Teroris di Poso ini karena dirasakan cerminan anggota ISIS dimiliki oleh Kelompok Teroris di Poso sehingga jika diajak akan lebih mudah.

2. Jauh Dari Pusat Pemerintahan

Palu dan Poso dan kemungkinan daerah Indonesia Timur lainnya dipilih oleh Anggota ISIS karena dinilai lebih aman dari hingar dan pusat perhatian. Sejak isu adanya perekrerutan dan aktivitas ISIS di Indonesia, Densus 88 dan Pihak Kepolisi kini gencar melakukan penangkapan dan penggerebekan terhadap orang-orang yang dinilai mempunyai hubungan dengan Negara yang diketuai oleh Abu Bakar Al-Bagdadhi tersebut. Hasilnya adalah terjadinya penangkapan terhadap Saifudin Umar alias Abu Fida di Jawa Timur,  Galih Aji Satria alias Mbah Marijan dan Arif Budi Setiawan, Guntur Amuntai dan Kardi yang tertangkap di Ngawi dan lain sebagainya. Oleh karena itu ISIS sengaja menghindari daerah-daerah yang dinilai “terlalu” diawasi oleh Pemerintah Indonesia, jawabannya adalah Indonesia Timur.

3. Perekrut ISIS Adalah Orang Turki Bukan Arab Atau Pakistan

Jika kita melihat keempat warga Turki yang ditangkap oleh Pihak Densus 88 sebagian besar pasti tercengang karena mereka bukan berasal dari Negara-Negara Arab melainkan Turki, sebuah negara sekuler di Eropa Timur yang sebagian besar penduduknya mempunyai fisik rata-rata seperti orang Eropa pada umumnya : pirang dan berkulit putih. Jika tidak tertangkap, hampir tidak ada rasa curiga terhadap keempat warga negara Turki ini adalah anggota ISIS karena orang akan menganggap mereka sebagai turis biasa yang berasal dari Negara Barat. Bayangkan saja jika perekrutnya mempunyai fisik seperti orang Arab atau Pakistan, bisa-bisa di Airport saja mereka sudah akan ditahan karena dinilai mempunyai agenda di Indonesia. Ini strategi baru yang dibuat oleh ISIS yaitu menggunakan “pesona strategy” untuk merekrut orang-orang lokal , disamping itu seperti kita ketahui bahwa Turki adalah salah satu negara yang mengecam dan menolak keberadaan ISIS sehingga tidak akan terbesit kecurigaan terhadap mereka sebagai dalang perekrutan anggota ISIS di Indonesia.  Namun jangan terkecoh, menurut seorang analis politik di Amerika,  Pemerintah Turki sebenarnya adalah pihak yang bertanggung jawab berkuasanya ISIS di Irak dan Suriah dengan memberikan Dana bersama Qatar dan Negara-Negara Arab lainnya.

Pemerintah Indonesia harus segera memberikan perhatian besar terhadap daerah-daerah yang sering dilanda konflik Agama di Indonesia karena daerah-daerah inilah ISIS akan lebih mudah untuk mendapatkan anggota-anggota baru. Disamping itu, tertangkapnya keempat warga negara Turki di Palu membuktikan sekali lagi bahwa Turki tidaklah jauh beda dari negara-negara seperti Afghanistan dan Pakistan oleh karena itu harusnya setiap aktivitas warga negaranya diwaspadai dan diperhatikan gerak-geriknya di Indonesia jangan sampai pesona mereka membuat kita buta bahwa mereka adalah bagian dari gerakan ISIS. Lihatlah jika tidak ada alang melintang keempat warga negara Turki yang ditangkap Densus 88 tersebut akan segera dibebaskan atas Permintaan Pemerintah Turkey karena sekali lagi ada asumsi bahwa Negara yang dipimpin oleh Recep Tayip Erdogan ini mendukung keberadaan ISIS. Semoga saja asumsi tersebut tidak benar!

About the Author

Seorang Lawyer dan Auditor yang menguasai ilmu khusus seperti Tindak Pidana Korupsi, Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Daerah, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Hibah Daerah /Bantuan Sosial

Author Archive Page

Comments

Leave a Reply