Perizinan Usaha Industri Serpih Kayu (Woodchips)

Selamat Siang Pak, saya ingin mendirikan perusahaan pengolahan kayu, namun salah satu pemilik modal adalah Asing dan kayu-kayu akan menjadi materil utama adalah kayu yang berdiamater dari 30 cm (apakah perlu IUIPHH?), apa saja perizinan yang perlu kami siapkan? Terima Kasih.

Nita – Jakarta

Kayu dengan status kurang dari 30 cm juga perlu mendapatkan IUIPPH dalam hal pengolahannya menjadi produk turunan sperti woodchips, hal ini ditentukan dari pengertian IUIPPH itu sendiri yaitu ditentukan bahwa Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan adalah pengolahan kayu bulat dan/atau pengolahan kayu bulat kecil menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Pengertian Kayu Bulat kecil itu sendiri meliputi  kayu dengan diameter kurang dari 30 (tiga puluh) centi meter, berupa cerucuk, tiang jermal, tiang pancang, galangan rel, cabang, kayu bakar, bahan arang dan lain-lain. Sehingga kesimpulannya untuk kayu yang berdiamater kurang dari 30 cm juga perlu memperoleh IUIPHH dalam pengolahannya.

Mengenai Jenis Bidang Usaha untuk Pengelohan Kayu menjadi Woodchips, Perpres No.39 Tahun 2014 (DNI) mengatur secara spesifik bidang usaha untuk pengolahan Kayu Bulat kecil menjadi woodchips (Serpih Kayu). Adapun bidang usaha itu disebut dengan Bidang Usaha Industri Serpih Kayu (Woodchips) dengan Nomor KBLI 16299.

Mengenai Batasan Kepemilikan Asing Terhadap Bidang Usaha Industri Serpih Kayu (Woodchips), Berdasarkan hasil pengecekan dalam Daftar Negatif List (DNI), ditentukan bahwa untuk bidang usaha Industri Serpih Kayu adalah dengan Perizinan Khusus. Tidak ditentukan pengertian Perizinan Khusus seperti apa dalam Perpres No.39 Tahun 2014. Pihak BKPM, melalui perwakilannya di bagian Investor Relation Unit mengemukakan bahwa untuk Bidang Usaha dengan Perizinan Khusus sebenarnya terbuka untuk asing atau dengan kata lain Asing dapat mempunyai kepemilikan sebanyak 100% atas perusahaan tersebut namun dengan syarat mendapatkan rekomendasi dari Kementerian terkait yang dalam hal ini Kementerian Kehutanan.

Mengenai Dokumen yang diperlukan Dalam Ekspor Serpih Kayu (Woodchips), Secara khusus dalam Peraturan yang mengatur khusus mengenai ekspor produk di bidang Kehutanan hanya menentukan 3 (tiga) dokumen yang diperlukan yaitu Pengakuan Sebagai Eksportir Terdaftar Produk Industri Kehutanan (ETPIK), Laporan Surveyor dan Dokumen V-Legal. Namun dalam ketentuan ekspor yang umum, selain ketiga dokumen tersebut Ekportir Serpih kayu juga harus memiliki dokumen-dokumen yang lain seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) / Izin Usaha dari Kementerian Teknis/Lembaga Pemerintahan non Kementerian / Instansi (dalam hal ini IUIPHH), Tanda Daftar Perusahaan, Nomor Pokok Wajib Pajak,Persetujuan Ekspor dan Surat Keterangan Asal.

Demikianlah penjelasan saya. Semoga bermanfaat.

About the Author

Seorang Lawyer dan Auditor yang menguasai ilmu khusus seperti Tindak Pidana Korupsi, Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Daerah, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Hibah Daerah /Bantuan Sosial

Author Archive Page

Comments

Leave a Reply