Notaris Tri Indarwati Pelihara Banyak Pria Simpanan, Benarkan Demikian?

Notaris Tri Indarwati Pelihara Banyak Pria Simpanan – Unik memang kasus yang menimpa salah satu professional di Provinsi Bali baru-baru ini. Namanya, Tri Indarwati seorang Notaris dan PPAT yang tiba-tiba menjadi bahan pembicaraan hangat dan kontroversial di media sosial dan portal berita. Beliau dilaporkan ke Kantor Polisi  karena diduga telah menipu ratusan kliennya dan telah menjadi buronan polisi selama dua minggu hingga akhirnya berhasil diamankan oleh Pihak Kepolisian Daerah Bali 2 hari yang lalu. Namun sisi yang menjadi kehebohan dari tertangkapnya Notaris ini bukanlah karena tindak pidana yang dia lakukan melainkan pengakuan salah satu korban (klien) mengatakan bahwa Tri Indarwati banyak memelihara pria simpanan di kantornya.

Notaris Tri Indarwati

Apa sebenarnya yang dimaksud pria simpanan oleh salah satu korbannya tersebut? menurut keterangannya selain sering gonta-ganti mobil, Tri Indarwati ini kerap memelihara pria-pria berotot di ruang kerjanya dan hebatnya lagi pria-pria tersebut sering berganti-ganti tiap bulannya.Para klien yang kecewa tersebut curiga bahwa pria-pria yang diakui oleh sang Notaris sebagai “staff” bukanlah staff yang sebenarnya sebab peran pria-pria tersebut hanya sebagai pemuas nafsu sang Notaris yang bermasalah tersebut.

Berdasarkan keterangan beberapa korban, mereka kini tahu mengapa Tri Indarwati memperkerjakan pria-pria tersebut, salah satunya adalah untuk menarik perhatian para kliennya yang rata-rata wanita paruh baya atau yang sering disebut dengan “Tante Girang” oleh sebagian korban sang notaris. Selain memperkerjakan pria-pria tersebut hal lain yang digunakan oleh Tri Indarwati untuk menarik klien adalah menggunakan mobil mewah dan penampilan yang mengesankan. Selain itu Tri Indarwati juga dikenal sebagai sosok yang sangat pintar dalam bersikap sehingga membuat beberapa korbannya terkagum-kagum.

“Suaranya lembut, santun dan murah senyum. Bicara apa saja nyambung, dia memang cerdas atau kita semua yang memang bodo,” papar Nur Hariri, korban yang tinggal di Denpasar

Akibat dari perbuatannya ini, Tri Indarwati kini selain mendekam di penjara juga menjadi bulan-bulanan di media sosial dan beberapa portal berita. Bahkan di beberapa forum banyak sekali yang menghina perbuatannya yang sering memelihara pria-pria simpanan.

Terlepas dari segala perbuatannya yang menipu para klien, menurut Saya perbuatannya yang banyak memperkerjakan pria-pria “menarik” tersebut bukanlah hal yang baru di dunia yang menawarkan jasa konsultasi seperti Notaris, Kantor Hukum  dan lain sebagainya. Bahkan dapat saya bilang hal itu merupakan lazim sebagai sebuah sarana pendukung untuk menarik klien yang tentunya merupakan sumber pendapatan mereka.

Jika Anda lihat di beberapa Kantor Hukum atau Notaris terkenal di Jakarta , pasti akan selalu ada wanita-wanita cantik yang diperkerjakan oleh sang pemilik kantor. Bahkan dapat saya katakan wanita-wanita tersebut saking cantiknya tidak cocok bekerja jadi pengacara melainkan model atau artis. Namun apa sebenarnta tujuan dari pemilik kantor memperkerjakan wanita-wanita menarik tersebut? ya selain untuk “mempercantik” suasana kantor juga untuk menarik para klien yang menggunakan jasa hukum/konsultasi mereka. Hal ini bukan barang baru lagi, sex sell sudah menjadi hal yang wajib di dunia penyediaan jasa konsultasi seperti Kantor Hukum dan Notaris. Karena sifatnya menjual jasa, penampilan fisik adalah modal yang paling utama dalam merekrut orang-orang yang bekerja di dunia ini, bahkan di beberapa kantor hukum yang pernah saya lamar diantaranya mempersyaratkan fisik layaknya model sebagai salah satu syarat kelulusan. Sungguh memang sangat klisye tapi itulah yang terjadi dilapangan, mengapa mereka mempersyaratkan seperti itu? karena pasar menginginkan hal yang seperti itu ada agar survive dalam persaingan. Salah satu contoh yang terakhir menjadi pemberitaan heboh adalah masuknya artis cantik Nadia Saphira menjadi salah satu tim di Kantor Hukum milik pengacara terkenal O.J Kaligis. Saya belum pernah bertemu dengan Nadia sebelumnya sehingga tidak bisa menyimpulkan bagaimana sebenarnya kemampuan beliau, namun bekerja di Kantor Hukum adalah hal yang keras, bahkan lebih keras daripada kerja dipabrik. Terkadang Anda harus pulang subuh setiap harinya dengan ada kemungkinan tetap bekerja minggu dan sabtu apabila pekerjaan banyak. Sehingga orang-orang yang biasanya hidup dalam kenyamanan seperti selebritis menurut saya tidak akan sanggup bekerja di dunia ini, kecuali ada pengecualian-pengecualian tentunya.

Jika dihubungkan dengan kasus Tri Indarwati ini, saya tidak merasa ada yang salah dengan perbuatannya memperkerjakan pria-pria yang dia anggap menarik, karena itu adalah salah satu triknya menarik pelanggan. Saya tidak percaya dengan alegasi bahwa dia “tidur” dengan pekerja-pekerja prianya tersebut karena hubungan antara pekerja dan bos itu ada batasan dan jika terjadi hal-hal yang kurang menyenangkan akan menimbulkan konflik yang menyebabkan pekerjaan tidak maksimal dikerjakan. Mengapa harus berjenis kelamin pria yang beliau rekrut bukan wanita sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian pengusaha jasa hukum di Ibu Kota? well, mungkin karena pangsa pasar yang merupakan target dari Notaris Tri Indarwati adalah Wanita-Wanita Paruh baya sehingga pekerja-pekerja berjenis kelamin pria lebih akan menarik pelanggan daripada pekerja berjenis kelamin wanita.

Tidak adil rasanya bagaimana media menjudge Sang Notaris ini, karena belum tentu semua yang dituduhkan padanya benar. Alangkah baiknya kita menunggu putusan pengadilan, jika nantinya beliau bersalah haruslah dihukum seadil-adilnya. Disamping itu, mengenai tindakannnya banyak memperkejakan pria-pria menarik bukanlah konsumsi publik sehingga tidak ada hak bagi orang-orang menggambarkannya sebagai wanita yang maniak seks. Sungguh keterlaluan!

About the Author

Seorang Lawyer dan Auditor yang menguasai ilmu khusus seperti Tindak Pidana Korupsi, Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Daerah, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Hibah Daerah /Bantuan Sosial

Author Archive Page

Comments

Leave a Reply