Motivation 101 : Berhenti Menyalahkan Orang Lain Atas Kegagalan dan Kemalangan

menyalahkan orang lainDalam proses perjalanan kehidupan saya sering menemukan orang yang mengalami kegagalan atau kemalangan dimana selanjutnya orang-orang tersebut menyalahkan orang lain atas kejadian tersebut. Mereka merasa bahwa mereka dilahirkan untuk sukses dan bahagia selamanya, sebuah anggapan yang fatal sehingga akibatnya jika tidak terjadi sesuai harapan, mereka menyalahkan orang lain.

Banyak yang menganggap bahwa semua kejadian ada penyebabnya, hal itu tentu saja benar, karena tidak mungkin ada asap untuk membuat api, namun dalam kehidupan kita tidak bisa selamanya mengharapkan bahwa semua akan terjadi sesuai dengan keinginan kita, apalagi hal-hal yang sememangnya tidak bisa kita kendalihan. Lebih-lebih kalau sampai-sampai menyalahkan orang lain atas kegagalan dan kemalangan yang menimpa kita, sesuatu yang tidak bijaksana tentunya.
Hal ini sering saya jumpai baik dalam diri orang-orang dekat saya bahkan saya sendiri juga pernah melakukan hal yang demikian. Hati dan rasa benci memang hal yang sangat dominan apabila terjadi peristiwa yang tidak menguntungkan kepada kita. Sulit untuk membendung karena perasaan kita mencari pembenaran-pembenaran yang dapat membuat hati tenang seperti “..jika saja, andai saja, gara-gara si ini, karena si itu”…dan kalimat-kalimat lain yang menunjukan bahwa hati tidak mau diri disalahkan karena menganggap kita selalu melakukan hal yang benar.

Saya sebagai orang yang yakin bahwa Yang Maha Kuasa itu ikut andil dalam roda kehidupan tiap-tiap manusia, apa yang terjadi itulah yang terbaik. Saya yakin mengapa Tuhan “mengizinkan” kegagalan atau kemalangan terjadi pada manusia ada maksud dan tujuannya dan hal itu penting terjadi untuk jalan cerita kehidupan kita yang lebih baik ke depannya. Seperti layaknya mobil yang harus mundur terlebih dahulu sebelum maju, manusia harus mengalami kepahitan hidup agar dapat menggapai kebahagian dalam kehidupan.

Kegagalan dan kepahitan memang pahit apalagi bagi-bagi orang yang sangat perfeksionis dan melankolis atau orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mendapatkan sesuatu namun gagal. Menurut mereka sejengkal titik kehidupan mereka yang kotor maka hal itu akhir dari segalanya, hal ini yang bahaya karena tidak ada manusia yang sempurna dan jalan kehidupannya pasti berlika liku, kita tidak bisa menentukan jalan kehidupan dan masa depan kita, yang hanya bisa kita lakukan adalah berusaha dan berusaha, selebihnya serahkan pada Tuhan agar hati kita tenang menjalani kehidupan.

Orang lain tidak salah atas kegagalan atau kemalangan yang terjadi pada kita karena mereka memainkan peran dalam kehidupan ini untuk melakukan hal tersebut dan hal itu telah diiizinkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika kita menyalahkan mereka yang telah membuat hidup kita menderita maka kita menyalahkan kehendak Tuhan dan memberikan pembenaran-pembenaran dalam benak kita untuk menjadikan kita sebagai manusia yang lemah dan pendendam.

Selain, tidak perlu juga menyalahkan diri kita sendiri atas kegagalan atau kemalangan, jika berlama-lama demikian kita akan merasa rendah diri. Adapun yang harus kita lakukan adalah menginstropeksi diri agar lebih lagi , biarlah kegagalan pada hari ini menjadi pembelajaran agar kita dapat meraih kesuksesan dalam kehidupan di masa yang akan datang.

Bukankah untuk mendapatkan pelayar yang tangguh tidak didapatkan dari laut yang tenang? Bukankah untuk mendapatkan kaktus yang berkualitas tidak didapatkan dari tanah yang subur? Lihatlah sekeliling Anda, ada orang-orang tertentu yang teguh kelihatannya namun sebenarnya dalam hati mereka memendam rasa sakit yang mendalam akibat persoalan kehidupan yang mereka alami. Mereka berusaha untuk tegar dalam menghadapi permasalahan-permasalahan kehidupan mereka, mereka tahu bahwa hanya kehendak Tuhan dan usaha mereka yang dapat menjawab seluruh persoalan kehidupan yang mereka alami. Dengan menyalahkan orang lain hanya menunjukan kelemahan mereka kepada dunia yang pada akhirnya bukan memperbaiki diri sendiri melainkan menghancurkan mereka lebih parah lagi. Jadi berhentilah menyalahkan orang lain atas kemalangan dan kegagalan yang kita alami, karena sebenarnya itu harus terjadi untuk menjadikan diri kita sebagai sosok yang kuat dan lebih berhati-hati dalam menghadapi kehidupan di masa sekarang dan masa yang akan datang.

“All blame is a waste of time. No matter how much fault you find with another, it will not change you”

About the Author

Seorang Lawyer dan Auditor yang menguasai ilmu khusus seperti Tindak Pidana Korupsi, Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Daerah, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Hibah Daerah /Bantuan Sosial

Author Archive Page

Comments

1 Comment

Leave a Reply