Lagi-Lagi Ada Pihak Yang Memburukan KPK

SDADjan Faridz kembali bermanuver untuk membantu mantan pimpinannya yang telah ditahan karena terlibat tindak pidana korupsi. Anehnya untuk membantu Suryadharma Ali (SDA) tersebut beliau memakai senjata klasik yaitu Agama dengan dibantu oleh Ketua Presidium Aliansi Ulama Indonesia, Shohibul Faroji Azmatkhan yang mengatakan bahwa SDA telah dibatasi haknya dalam beribadah sehingga terindikasi tindakan penistaan agama oleh KPK. Pertanyaannya apa benar seperti itu? sebagaimana dikutip dari merdeka.com

Merdeka.com – Ketua Presidium Aliansi Ulama Indonesia, Shohibul Faroji Azmatkhan mewakili Presidium Aliansi Ulama Indonesia, mengecam tindakan yang diklaim sebagai penistaan agama yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Faroji mensomasi KPK atas penistaan agama. Hal tersebut menurutnya telah melanggar KUHP Pasal 156 dan atau Pasal 156 a.

“Menistakan agama melanggar Hak Asasi Manusia. Itu menimbulkan keresahan bagi masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam,” kata Faroji di kantor Djan Faridz, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/6).

Selain itu Presidium Aliansi Ulama Indonesia memberikan beberapa rekomendasi kepada KPK, antara lain meminta KPK untuk memberikan kebebasan para tahanan menjalankan ibadah sesuai ajaran agamanya masing-masing.

“Meminta KPK untuk tidak membuat kebijakan yang membatasi hak seseorang di dalam melakukan ibadah,” tuturnya.

Selain itu Faroji juga meminta kepada KPK untuk meminta maaf kepada umat Islam atas perlakuan kepada para tahanan

“Meminta KPK untuk memperbaiki pelayanan kepada para tahanan yang nyata-nyata bertentangan dan tak sesuai dengan agamanya,” pungkasnya.

Somasi terhadap KPK tersebut merupakan penyaringan ide dan hasil diskusi beberapa tokoh Islam. Beberapa di antaranya yaitu, Muhammad Baharun, Shohibul Faroji Azmatkhan, Amirsyah Tambunan, Zaitun Rasmin, Habib Muhsin Alatas, KH Bakhtiar Nasir dan KG Nur Muhammad Iskandar.

Somasi ini muncul setelah diskusi yang diadakan oleh Djan Faridz terkait penistaan agama yang dilakukan oleh KPK. Mereka mengetahui hal itu karena ada laporan dari Suryadharma Ali.

Sesungguhnya pihak Djan Faridz dan Faroji perlu meneliti lebih lanjut laporan yang diberikan oleh SDA, karena mungkin saja itu merupakan salah satu manuvernya untuk menjelekan KPK yang kini sedang dipojokan posisinya oleh beberapa pihak. Kesempatan mungkin dilihat oleh pihak tertentu untuk menyelamatkan statusnya.

Hal itu tidak mungkin terjadi dan sudah dibantah keras oleh KPK. Mana mungkin lembaga sekelas KPK melakukan hal yang tidak terpuji seperti itu, selain sebagian besar pejabat KPK adalah Muslim, alasan lain karena hanya SDA saja yang melaporkan hal yang demikian, lihat saja ruki cs yang mengatakan bahwa mereka tidak pernah dilarang untuk beribadah, jadi hal ini hanya laporan satu pihak saja dan seakan seperti mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Sudahlah Pak SDA pertanggungjawabkanlah perbuatan Anda, tak perlu mencari-cari alasan apalagi membuat konflik dengan menggunakan senjata agama, hal yang sangat sensitif di masyarakat, dan seharusnya Anda lebih peka terhadap hal tersebut.

About the Author

Seorang Lawyer dan Auditor yang menguasai ilmu khusus seperti Tindak Pidana Korupsi, Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Daerah, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Hibah Daerah /Bantuan Sosial

Author Archive Page

Comments

Leave a Reply