Hari Kedua Diklat Prajabatan CPNS BPKP 2015

Memasuki hari kedua Diklat di BPKP keadaan sudah mulai berubah karena sudah mulai terasa kelelahannya. Pada pagi harinya kami sudah mulai melaksanakan gladi resik untuk upacara pembukaan Diklat CPNS BPKP Tahun 2015 dengan Tema “Generasi Baru BPKP..” saya lupa keseluruhan judulnya he..he..he.  Lengkap dengan seragam hitam putih, dasi hitam, badge nama dan sepatu Pantofel semua peserta duduk manis rapi di barisan. Karena saya tidak suka duduk dibarisan depan karena mempunyai potensi untuk ditanya-tanya oleh pembicara akhirnya memutuskan untuk duduk dibarisan paling belakang he..he..he.

WP_20150222_025

Ini dia Mess BPKP tempat penginapan kami di Ciawi selama 1 bulan

Upacara pembukaan dimulai dengan pembukaan oleh Sekretaris Utama BPKP dan dilanjuti dengan penyematan badge nama serta foto bersama masing-masing Kelas A dan Kelas B. Setelah upacara pembukaan selesai dilakukan selanjutnya seluruh peserta dibawa untuk masuk ke dalam ruangan kelasnya masing-masing. Disinilah terjadi peristiwa unik, sebelumnya saya tahu kalau pada penerimaan CPNS BPKP 2015 ini terdapat dua nama obi yang lulus, satu saya satu lagi peserta lulusan S2. Meskipun tahu namanya namun saya tidak pernah mengenal sosok ini, jadi ketika ditempatkan satu meja dengan beliau akhirnya saya berkesempatan dengan teman yang satu ini. Selain dengan Obi Ichwan, saya juga satu meja dengan Sheni Desinta, Nene Mulan dan Rinda Kurniadi. Meskipun kami masih beberapa hari kenal namun kedekatannya sudah seperti teman satu kampus. Disinilah letak positif dari belajar bersama dalam Diklat ini, jadi disamping mendapatkan ilmu mengenai bagaimana menjadi PNS yang berkarakter nilai-nilai dasar profesi PNS, para peserta juga bisa mengenal satu sama lainnya sehingga memperluas relasi.

WP_20150222_042

Keaktifan di dalam kelas ketika pengajar memberikan bahan materi menjadi pertimbangan agar mendapatkan nilai yang bagus dan itu dicatat lho. Bahkan ada yang sanggup menyanyi lagu anak-anak untuk mendapatkan nilai yang bagus. Saya tidak tahu apakah nilai yang di dapatkan pada hari ini akan berpengaruh pada penilaian akhir. Sebagai informasi, untuk para peserta yang termasuk dalam Top 15 dapat memilih penempatan yang diinginkan namun tetap di luar Pulau Jawa dan Bali he..he..he.

Satu-satunya yang saya tidak sukai dari Diklat pada hari ini adalah keputusan dilakukan dengan cara Semi Militer, memang pada dasarnya meskipun dikatakan “militer” namun diklat dilaksanakan tidak sekeras dengan pelatihan ala militer. Unsur militerisme tersebut hanya terdapat pada kegiatan makan, baris berbaris, senam militer, apel (pertemuan) serta kegiatan lain mengharuskan Koramil hadir sebagai koordinator. Sebagai contoh jika peserta makan, itu harus dilakukan dengan cara yang biasa dilakukan oleh para tentara: tertib ngambil makanan, berdoa bareng, mulai makan bareng bahkan selesaikan makanpun harus bersamaan. Karena diawasi oleh koramil dan anak buahnya, saya kurang dapat menikmati makanan tersebut, teman-teman saya juga merasa demikian, namun karena sudah memutuskan untuk ikut ya bertahan saja semampunya he..he..he.

About the Author

Seorang Lawyer dan Auditor yang menguasai ilmu khusus seperti Tindak Pidana Korupsi, Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Daerah, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Hibah Daerah /Bantuan Sosial

Author Archive Page

Comments

Leave a Reply