Contoh Perjanjian Novasi dan Akta Novasi

Picture Source : www.akademiasuransi.org

Picture Source : www.akademiasuransi.org

Sebagaimana yang pernah saya posting sebelumnya, pengertian mengenai novasi  tidak diberikan dalam undang-undang, Akan tetapi KUHPer menerjemahkan novasi sebagai pembaharuan utang.   Menurut salah satu penulis buku mengenai ekonomi , J. Satrio,  Novasi adalah suatu perjanjian yang menyebabkan hapusnya suatu perikatan dan pada saat yang bersamaan timbul perikatan lainnya yang ditempatkan sebagai pengganti perikatan semula.

Adapun jenis-Jenis dibagi menjadi tiga macam, yakni :

  1. Novasi Objektif, yaitu dimana perikatan yang telah ada diganti dengan perikatan lain (yang baru). Atau juga bisa disebutkan sebagai penggantian perikatan lama dengan perikatan baru untuk orang yang mengutangkan.
  2. Novasi Subjektif Pasif, yaitu suatu perikatan dimana debiturnya diganti oleh debitur yang baru yang mana akibat pergantian tersebut, debitur yang lama dibebaskan dari perikatannya.
  3. Novasi Subjektif Aktif, yaitu peristiwa di mana kreditur baru ditunjuk menggantikan kreditur lama. Novasi subyektif aktif merupakan perjanjian segi tiga, karena debitur perlu mengikatkan dirinya dengan kreditur baru. Juga novasi dapat terjadi secara bersamaan penggantian baik kreditur maupun debitur (double novasi).

Dari ketiga jenis Novasi di atas diketahui bahwa Novasi merupakan proses pergantia para pihak dan objek dari suatu perjanjian hutang piutang. Namun pertanyaannya, apa yang membedakannya dari Subrogasi? mengenai hal ini pernah saya bahas sebelumnya Anda dapat membaca postingan saya yang berjudul Perbandingan antara Cessie, Novasi dan Subrogasi.

Adapun Syarat-Syarat sahnya Novasi Pada dasarnya meliputi syarat sahnya suatu perjanjian pada umumnya, meskipun dalam ketentuan mengenai Novasi dalam KUHPer dijelaskan persyaratan secara khusus, yang diantaranya meliputi:

  1. Kecakapan Para Pihak, Pasal 1414 BW menentukan bahwa novasi hanya dapat terjadi antara orang-orang yang cakap untuk membuat perikatan. Adapun yang dimaksud dengan orang tidak cakap membuat suatu perjanjian berdasarkan  Pasal 1330 BW adalah Orang-orang yang belum dewasa dan mereka yang ditaruh di bawah pengampuan. Penerapan secara hurufiah daripada ketentuan tersebut mengakibatkan bahwa novasi yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak cakap untuk membuat perikatan adalah batal. Akan tetapi sebenarnya pasal tersebut hanya menunjuk kepada syarat umum tentang kecakapan untuk membuat perikatan. Jadi jika orang yang melakukan novasi tidak cakap untuk membuat perikatan maka novasi tersebut dapat dibatalkan.
  2. Kehendak untuk mengadakan novasi harus tegas ternyata dari perbuatan hukumnya, maksudnya, Tiada satupun Novasi (pembaharuan hutang) dapat dipersangkakan.

Layaknya Perjanjian Subrogasi, Perjanjian Novasi atau pembaharuan hutang ini sering digunakan didunia perbankan untuk mengatasi kredit macet yang mereka alami.

Berikut Contoh Perjanjian Novasi yang sering digunakan dalam dunia bisnis:

Note : Anda dapat membeli Draft Perjanjian ini dengan mengirim sms terlebih dahulu ke 082132553838 dengan format : Nama#Jenis Draft Perjanjian#Pesan

 

Draft Perjanjian Novasi


Berikut juga contoh Akta Notaris Novasi yang sering digunakan oleh pihak Notaris

Contoh Akta Notaris Novasi


Dasar Hukum:

Pasal 1413- 1424 Kitab Undang-undang Hukum Perdata Indonesia (“BW”)

About the Author

Seorang Lawyer dan Auditor yang menguasai ilmu khusus seperti Tindak Pidana Korupsi, Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Daerah, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Hibah Daerah /Bantuan Sosial

Author Archive Page

Comments

Leave a Reply