Contoh Perjanjian Gadai Saham (Pledge Of Shares Agreement) Billingual

Contoh Perjanjian Gadai Saham Pledge Of Shares Agreement BillingualContoh Perjanjian Gadai Saham (Pledge Of Shares Agreement) – Perjanjian Gadai Saham tidaklah seperti perjanjian gadai pada umumnya, perbedaannya terletak pada objek yang digadaikan yaitu berupa saham. Berdasarkan Pasal 60 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 (“UUPT”), saham diklasifikasikan sebagai benda bergerak, hal ini sempat menjadi kontroversial karena saham hanya dapat dibuktikan dalam suatu surat tercatat, akan tetapi UUPT menyatakan bahwa saham adalah benda bergerak karena dilihat dari nilai dan kegunaanya bukan hanya dari bentuknya semata. Oleh karena saham dikategorikan sebagai benda bergerak, maka saham dapat dijadikan sebagai jaminan hutang.

Pada dasarnya Gadai saham diatur secara komprehensif dalam Pasal 60 ayat (2) UUPT.  Dalam ketentuan tersebut dijelaskan bahwa

Saham dapat diagunkan dengan gadai atau jaminan fidusia sepanjang tidak ditentukan lain dalam Anggaran Dasar suatu Perseroan.

Adapun ketentuan tersebut memberikan kemungkinan pemegang saham untuk mengagunkan saham yang ia miliki dengan gadai atau fidusia, namun anggaran dasar Perseroan dapat melarang gadai atau fidusia atas saham. Sehingga dalam prakteknya jika Anda ingin mengadakan suatu perjanjian gadai saham dengan mitra, terlebih dahulu lihat Anggaran Dasar perusahaan mitra Anda tersebut, apakah larangan menggadaikan saham ini dicantumkan atau tidak.

Selanjutnya dalam Pasal 60 ayat 3 ditentukan, Setelah akta gadai atas saham atau akta jaminan fidusia ditandatangani, gadai tersebut wajib dicatatkan dalam Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus. Hal ini dimaksudkan agar Perseroan atau Pihak lain yang berkepentingan dapat mengetahui mengenai status saham tersebut.

Hal penting yang harus diperhatikan sekali oleh pemegang gadai adalah bunyi ketentuan Pasal 60 ayat (4) UUPT yaitu, “Hak suara atas saham yang diagunkan dengan gadai atau jaminan fidusia tetap berada pada pemegang saham” sesuai dengan penjelasan pasal tersebut, dikatakan bahwa ketentuan ini menegaskan kembali asas hukum yang tidak memungkinkan pengalihan hak suara terlepas dari kepemilikan atas saham.

Sedangkan hak lain di luar hak suara dapat diperjanjikan sesuai dengan kesepakatan di antara pemegang saham dan pemegang agunan. Maka untuk menghindari itikad yang tidak baik dari pemberi gadai yang menyalahgunakan hak-hak sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 52 ayat (1) UUPT, sebaiknya, dalam perjanjian gadai diberikan kuasa kepada pemegang gadai, untuk dan atas nama pemberi gadai saham, melakukan hak-hak sebagaimana yang dimaksud dalam 52 ayat (1) UUPT selama utang belum dibayar lunas.

Berikut Contoh Perjanjian Gadai Saham (Pledge Of Shares Agreement) Billingual yang sering digunakan dalam kegiatan bisnis sehari-hari:

Note : Anda dapat membeli Draft Perjanjian ini seharga Rp.150.000 untuk mendapatkan password, silahkan transfer sejumlah uang tersebut ke Rekening Bank Raykat Indonesia (BRI) dengan Nomor Rekening 114801007728507 , atas nama Obbie Afri. Setelah transfer, silahkan sms konfirmasi telah membayar ke nomor 082132553838 untuk mendapatkan password.

Download Perjanjian Gadai Saham Di Sini

About the Author

Seorang Lawyer dan Auditor yang menguasai ilmu khusus seperti Tindak Pidana Korupsi, Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Daerah, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Hibah Daerah /Bantuan Sosial

Author Archive Page

Comments

Leave a Reply