Cara Mengusahakan Minyak Bumi Yang Berasal Dari Sumur Tua

Cara Mengusahakan Minyak Bumi Yang Berasal Dari Sumur TuaBagaimana sebenarnya Cara Mengusahakan Minyak Bumi Yang Berasal Dari Sumur Tua ? Well, pada dasarnya Sumur Tua adalah sumur-sumur Minyak Bumi yang dibor sebelum tahun 1970 dan pernah diproduksikan serta terletak pada lapangan yang tidak diusahakan  pada  suatu Wilayah Kerja  yang  terikat Kontrak Kerja Sama dan tidak diusahakan lagi oleh Kontraktor.

Untuk dapat bekerja sama Memproduksi Minyak Bumi, KUD atau BUMD mengajukan permohonan kepada Kontraktor dengan tembusan kepada Menteri  c,q.  Direktur Jenderal dan  Badan Pelaksana dengan melampirkan dokumen administratif dan teknis, didasarkan atas Rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten/Kota dan disetujui oleh Pemerintah Propinsi.

Dokumen administratif yang dimaksud adalah

  1. Akte Pendirian KUD atau BUMD dan perubahannya yang telah mendapatkan pengesahan dari instansi yang berwenang;
  2. Surat Tanda Daftar Perusahaan;
  3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
  4. Surat Keterangan Domisili;
  5. Rekomendasi dari Pemerintah  KabupatenlKota  dan disetujui oleh Pemerintah Propinsi setempat;
  6. Surat pernyataan tertulis  di  atas  materai  mengenai kesanggupan  memenuhi  ketentuan peraturan  perundang-undangan.

Dokumen Teknis yang dimaksud adalah

  1. Peta lokasi Sumur Tua yang dimohonkan;
  2. Jumlah sumur yang yang dimohonkan;
  3. Rencana Memproduksikan Minyak  Bumi  termasuk usulan imbalan jasa;
  4. Rencana program keselamatan dan kesehatan kerja  serta pengelolaan lingkungan  hidup  termasuk usulan  penanggung jawab pelaksanaan;
  5. Teknologi yang digunakan Memproduksikan Minyak Bumi;
  6. Kemampuan keuangan.

Dari permohonan tersebut, maka akan dievaluasi oleh Kontraktor dan jika hasil evaluasi tersebut memenuhi persyaratan maka Kontraktor menyampaikan permohonan tersebut ke Badan Pelaksana. Badan Pelaksana kemudian menyampaikan permohonan tersebut kepada Menteri melalui Direktur Jenderal untuk mendapat persetujuan disertai pertimbangan teknis dan ekonomis. Direktur Jenderal atas nama Menteri kemudian memberikan persetujuan untuk memproduksi minyak bumi dari sumur tua kepada Kontraktor melalui Badan Pelaksana.
Setelah mendapatkan persetujuan, Kontraktor dan KUD atau BUMD wajib menindaklanjuti persetujuan tersebut dnegan Perjanjian Memproduksi Minyak Bumi.

Perjanjian Meproduksi Minyak Bumi tidak boleh melebihi sisa jangka waktu Kontrak Kerja Sama dan diberikan paling lama 5 tahun serta dapat diperpanjang untuk jangka paling lama 5 tahun dengan mendapatkan persetujuan Menteri melalui Direktur Jenderal.

About the Author

Seorang Lawyer dan Auditor yang menguasai ilmu khusus seperti Tindak Pidana Korupsi, Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Daerah, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Hibah Daerah /Bantuan Sosial

Author Archive Page

Comments

Leave a Reply