Cara Mengurus Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)

Cara Mengurus Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)Cara Mengurus Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) –  Pada fase awal pendirian suatu Perusahaan Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) mempunyai peran yang sangat penting. Disamping sebagai domisili awal dibentuknya Perusahaan, SKDP diperlukan untuk mengurus dokumen-dokumen perusahaan lainnya dalam rangka pendirian. Namun sampai dengan saat ini tidak ada peraturan khusus yang mengatur mengenai SKDP secara nasional. Ketentuan mengenai persyaratan SKDP dan proses penerbitannya terkadang diatur tersendiri dalam Peraturan Daerah, oleh karena itu Anda harus mengecheck apakah di daerah dimana Perusahaan Anda berdomisili ada Perda yang mengatur mengenai SKDP, hal ini penting karena tiap-tiap daerah mempunyai persyaratan dan proses penerbitan yang berbeda satu sama lainnya.

Persyaratan untuk Mendapatkan SKDP

Berdasarkan praktek yang terjadi secara umum persyaratan untuk mendapatkan SKDP terdiri dari dokumen-dokumen sebagai berikut:

  1. Mengisi Formulir Bermaterai secukupnya;
  2. Foto Copy KTP yang masih berlaku (dengan menunjukan aslinya) rangkap  2 (dua)
  3. Foto Copy kepemilikan/sertifikat  tanah  yang telah diligalisir oleh pejabat yang berwenang  (Badan Pertanahan Nasional, Notaris, Camat) rangkap 2 (dua), yaitu :
    • Sertifikat Tanah / Akte Jual Beli dan atau SPPT;
    • Apabila bukan milik sendiri harus dilengkapi dengan asli surat kuasa tidak keberatan dari pemilik tanah/ bangunan bermaterei cukup, yang terdiri dari 1 (satu) lembar asli dan foto copy rangkap 1 (satu);
    • Apabila pemilik tanah meninggal dunia agar dilengkapi dengan surat keterangan kematian dan surat pernyataan ahli waris yang diketahui oleh Lurah dan Camat rangkap 2 (dua) atau keterangan dari Notaris bagi WNI Keturunan dengan melampirkan surat kuasa dari ahli waris kepada Pemohon yang mengajukan IMB (asli dan foto copy rangkap 1 (satu);
  4. Foto copy IMB beserta gambar bangunan (lampiran IMB) dengan menunjukan aslinya. Untuk bangunan yang didirikan dibawah tahun 2000 apabila tidak memiliki IMB dapat berupa surat pernyataan bermaterai cukup dari pemilik bangunan dan diketahui oleh RT, RW dan Lurah Setempat);
  5. Asli dan foto copy rangkap 1 (satu) Surat Pernyataan tidak keberatan dari Pemilik Tanah dan atau Bangunan yang berhimpitan dengan lokasi tempat usaha yang diketahui oleh RT, RW dan Lurah setempat).
  6. Foto Copy akte pendirian CV/PT/Yayasan/Koperasi (apabila atas nama Badan Hukum);
  7. Foto Copy Lunas PBB;
  8. Foto Copy Setoran Retribusi Izin Gangguan (HO) dan Pajak Reklame;
  9. Surat Keterangan Pajak Retribusi Daerah;
  10. Foto Copy Izin Tempat Usaha (ITU);
  11. Pas Photo 2×3 7 lembar (warna);
  12. Untuk Perpanjangan, menyerahkan SKDP yang asli

Proses Penerbitan

Setelah Anda mempersiapkan seluruh dokumen di atas, maka Anda perlu melakukan hal-hal sebagai berikut untuk proses penerbitan:

  1. Bawa seluruh persyaratan diatas ke RT dimana perusahaan Anda berada. Selanjutnya RT setempat akan membuatkan Anda Surat Pengantar Pembuatan SKDP;
  2. Selanjutnya Ada membayar biaya pembuatan SKDP, sebagai informasi tidak ada ketentuan yang mengatur mengenai besar dari biaya Penerbitan SKDP ini sehingga sifatnya sukarela namun merupakan standar.
  3. Selanjutnya Anda Bawa surat pengantar tersebut  ke RW setempat. Minta surat pengantar juga kepada ketua RW, dan seperti biasa kita akan diminta memberi uang kas. Kadang uang kas bersifat sukarela, namun kadang beberapa RW menentukan standar minimalnya. Biasanya juga berkisar 5 hingga 100 ribu.
  4. Terakhir bahwa seluruh persyaratan beserta pengantar dari RT RW ke kelurahan setempat. Anda akan diminta untuk mengisikan formulir SKD, dan menyerahkan syarat-syaratnya. Biasanya dibutuhkan waktu sekitar 3 hari hingga SKDP tersebut diterbitkan.

Biaya Pembuatan SKDP

Pada dasarnya pembuatan SKDP inilah adalah gratis namun dalam prakteknya pemohon dibebankan untuk memberikan sumbangan yang besarnya bervariasi ditiap-tiap daerah. Adapun berdasarkan pengamatan penulis sumbangan tersebut berkisar 450.000 s/d 600.000.

Jangka Waktu Penerbitan SKDP

Tidak ada jawaban yang pasti mengenai jangka waktu penerbitan SKDP setelah permohonan diajukan, namun berdasarkan pengalaman penulis jangka waktu penerbitan suatu SKDP adalah 8 hari setelah permohonan lengkap diterima oleh Pihak Kelurahan.

About the Author

Seorang Lawyer dan Auditor yang menguasai ilmu khusus seperti Tindak Pidana Korupsi, Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Daerah, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Hibah Daerah /Bantuan Sosial

Author Archive Page

Comments

11 Comments

  1. Biaya Pembuatan SKDP

    Pada dasarnya pembuatan SKDP inilah adalah gratis namun dalam prakteknya pemohon dibebankan untuk memberikan sumbangan yang besarnya bervariasi ditiap-tiap daerah. Adapun berdasarkan pengamatan penulis sumbangan tersebut berkisar 450.000 s/d 600.000.

    keterangan tersebut diatas tidak dibenarkan, karena pembuatan dan perpanjangan Ijin Domisili adalah bagian dari PELAYANAN PUBLIK (tidak ada ketentuan biaya)

  2. pa saya mau pindah domisili persyaratanya apa aja ya pa ? harus bagaimana2 aja ya pa`? mohon pa penjelasanya , terimakasih

    1. Iyaa pak kalau misalkan skdp nya minta di perpanjang trs ga bisa karna kendala alamat tersebut sdh tdk bisa di pakai utk kantor bagaimana?

Leave a Reply